hm , iseng bikin cerpen nih . jadinya gini deh ! sori aja kalo jelek . maklum , masih pemula . hhehe . SELAMAT MEMBACA :) jangan lupa siapkan bantal dan pop corn [lah.. emangnya mau nonton?]
JUDUL : ‘’CINTAKU TERBANG KE SINGAPURA’’
Namaku Fira, aku sekolah di salah satu SMA yang ada di Jakarta. Sekarang aku baru kelas 1, aku punya cowo namanya Rizki. Dia satu sekolah denganku, Cuma bedanya dia tuh sekarang udah kelas 2. Kami pacaran udah hamper 1 tahun. Rizki itu orangnya asyik, baik, perhatian, romantis, ganteng(hehe) juga pinter banget.
***
‘’Aduh…Rizki kemana sih? Udah jam segini kok belum dating juga!’’
Fira terus mondar-mandir sambil liatin jam karena Rizki belum juga datang menjemputnya. Dia takut terlambat masuk sekolah. Lalu dia pun mengambil handphonenya dan langsung menelepon Rizki.
’’Hallo...Ki, kamu dimana sih? Kok belum dateng, ntar telat nih!’’
Fira ngomel-ngomelin si Rizki.
’’Iya...bentar lagi juga nyampe! Sabar donk...’’ jawab Rizki
Lima menit kemudian, Rizki dateng dengan motornya. Lalu Fira cepet-cepet nyamperin Rizki dan segera naik ke motornya. Mereka pun pergi, karenasepuluh menit lagi gerbang sekolah akan ditutup. Ketika di perjalanan, Fira ngomel-ngomel lagi.
’’Ki, kamu kok bisa telat gini?! Gimana kalo ntar kita kesiangan!’’ omel Fira
’’Iya...sorry deh! Kamu jangan ngomel-ngomel mulu donk! Ntar nabrak nih!’’ bela Rizki
Akhirnya mereka nyampe juga di sekolah.
’’Untung...aja gerbangnya belum ditutup! Rizki bernafas lega
’’Ki, aku masuk kelas duluan ya! Dah...’’ Fira turun dari motor dan langsung pergi menuju kelasnya.
’’Ntar kita pulang bareng ya!’’ teriak Rizki ke arah Fira
Fira menoleh kebelakang dan mengacungkan jempolnya, yang pertanda ’’OK’’!!
Bel masuk berbunyi, Fira berlari menuju kelasnya dan segera duduk dibangkunya.
’’Ra, gak biasanya lo dateng jam segini?’’ tanya Mita, teman sebangku Fira.
’’Iya nih1 Tadi Rizki jemputnya telat sih!’’ jawab Fira sambil terengah-engah kecapean
** singkat cerita **
Pelajaran hari ini selesai, bel pulang pun berbunyi. Fira keluar kelas dan langsung menuju ke tempat parkir untuk menemui Rizki. Ternyata, disana Rizki sudah menunggu.
’’Udah siap?’’ tanya Rizki sambil memberikan helm pada Fira
’’Udah.. Yuk!’’ jawab Fira sambil tersenyum
Mereka pun langsung pergi. Di tengah perjalanan, hujan turun lumayan deras. Mereka pun berteduh sebentar sampai hujan reda di depan sebuah toko. Rizki yang memakai jaket, memberikan jaketnya pada Fira supaya Fira tidak kedinginan.
’’Nih pake jaketnya biar gak kedinginan’’ kata Rizki lembut
’’Makasih ya.. Ntar kamu donk yang kedinginan’’ jawab Fira
’’Aku enggak apa-apa kok!’’ ungkap Rizki
Setelah menunggu beberapa menit, hujan akhirnya reda. Rizki dan Fira pun bergegas pulang. Sesampainya di rumah Fira...
’’Ki, makasih ya udah mau nganterin aku pulang!’’ ucap Fira
’’Iya..sama-sama! Aku juga seneng kok bisa nganterin kamu’’ gombal Rizki
’’Oia, makasih juga buat jaketnya ya!’’ kata Fira sambil memberikan jaketnya pada Rizki
’’Ya udah, masuk gih! Trus istirahat’’ jawab Rizki
’’Iya’’ lontar Fira sambil melambaikan tangan.
***
Hari demi hari terus mereka jalani seperti itu. Satu tahun mereka jadian pun hanya tinggal menghitung hari, yakni tinggal dua hari lagi. Rizki pun mulai sibuk meyiapkan kejutan untuk Fira. Rizki pun berinisiatif untuk memberi kejutan makan malam romantis di pinggir danau, yang slama ini diimpikan oleh Fira. Rizki mengatur semuanya dan dia yakin bahwa Fira pasti akan senang. Sedangkan di rumah Fira, Fira juga bingung akan memberikan apa buat Rizki. Dia pun mengambil handphone kesayangannya dan SMS pada Rizki.
SMS
’’Ki, 1 thn qt jd’an tinggal 2 hari lg y??’’ (sms terkirim)
Rizki yang sedang asyik dengerin musik tiba-tiba terganggu oleh suara handphonenya yang berbunyi. Lalu ia mengambil handphonenya dan dia lihat ada satu pesan. Kemudian ia membukanya dan ternyata itu pesan dari Fira. Otomatis ia langsung membalasnya.
’’Ms sih?! Aq lp tuh...’’ balas Rizki pura-pura lupa
Ketika Fira menerima SMS balasan dari Rizki, ia langsung membukanya. Setelah membacanya, mukanya langsung cemberut. Lalu ia membalasnya.
’’Ihk...ms lupa sih!! Nyebelin bgt!!’’
’’Iya, aq bner2 lupa. Sorry y...’’ balas Rizki
***
Esok harinya di sekolah, ketika jam pulang sekolah...
’’Ra, besok tuh bukannya satu taon lo jadian ma si Rizki ya?’’ tanya Mita
’’Iya, trus kenapa?’’ jawab Fira dengan jutek
’’Berarti lo dah beli kado buat Rizki donk? Kasih tau donk apa kadonya!’’ Tanya Mita lagi, penasaran
‘’Belom!’’ ucap Fira
‘’Hah! Belom? Masa sih?’’ jawab Mita keheranan
’’Iya, abis gue bingung+sebel ma si Rizki. Masa dia lupa tanggal jadian kita!’’ celoteh Fira
’’O...gitu ya! Ya udah deh, tuh Rizki dah siap nganterin lo pulang! Lagian gue juga udah dijemput’’ ucap Mita
’’Ahk...gue pulang sama lo aja ya!’’ lontar Fira
’’Jangan donk! Kasian tuh si Rizki udah nungguin! Dah...’’ Mita buru-buru pergi biar Fira bisa pulang bareng ma Rizki.
Akhirnya Fira pun pulang bareng sama Rizki. Tapi Fira terus-terusan cemberut. Rizki pun heran, ia pun berfikir mungkin Fira masih ngambek soal semalem.
’’Ra, kok dari tadi cemberut mulu?’’ tanya Rizki
’’Engga kok!’’ jawab Fira
’’Eh, besok malem aku jemput kamu ya jam tujuh?’’ tanya Rizki
’’Emang mau kemana?’’ jawab Fira
’’Ada deh...besok kamu pokoknya dandan yang cantik ya’’ kata Rizki
’’O...iya deh!?’’ Fira menjawab dengan penuh rasa penasaran.
** esok harinya **
Di satu tahun Rizki dan Fira jadian. Sore harinya, Rizki membeli bunga beserta kartu ucapan. Lalu ia menuliskan kata-kata romantis untuk Fira. Isinya :
’’Ra, ini bunga khusus buat kamu. Bunga ini cantik seperti kamu. Semoga di satu tahun ini, kita bisa lebih saling memahami. Semoga kamu senang malam ini. I LOVE YOU’’
Setelah itu, Rizki siap-siap untuk menjemput Fira. Ia berpakaian sangat rapih dan ia tak lupa membawa bunga yang tadi ia beli.
Waktu menunjukkan pukul tujuh kurang sepuluh menit. Rizki cepat-cepat berangkat dengan mengendarai motor kesayangannya. Sedangkan di rumah Fira, Fira berdandan dengan sangat cantik seperti yang Rizki mau. Fira melihat jam yang menunjukkan pukul tujuh kurang lima menit. Ia bergumam dalam hati.
’’Kok Rizki belum dateng juga ya?’’
Di perjalanan menuju rumah Fira, Rizki melihat jam tangannya dan waktu menunjukkan tinggal lima menit menuju pukul tujuh. Karena Rizki tidak mau terlambat menjemput Fira, ia pun nekad ngebut. Tidak lama dari itu, saking kencangnya, Rizki pun menabrak sebuah mobil didepannya yang berlawanan arah. Ia pun jatuh dan terseret dengan motornya sejauh 1 meter lebih. Ia pun langsung dibawa ke Rumah Sakit karena tidak sadarkan diri oleh orang-orang yang ada disana. Sesampainya di rumah sakit, Rizki dibawa ke UGD karena lukanya sangat parah. Pihak Rumah Sakit pun langsung menelepon orang tua Rizki. Tidak lama kemudian, orang tua Rizki datang. Sedangkan di rumah Fira, Fira terus mondar-mandir menunggu Rizki yang tak kunjung datang. Lalu dari dalam rumah, terdengar adiknya memanggil dan berteriak ada telepon dari ibunya Rizki. Fira langsung berlari ke dalam rumah. Ia langsung mengangkat telepon.
’’Hallo...ada apa tante?’’ tanya Fira
’’Ng...anu nak Fira... Rizki barusan mendapatkan kecelakaan!’’ jawab ibunya Rizki sambil menangis
’’Apa? Trus Rizki sekarang dimana tante?’’ Fira kaget mendengarberita itu
’’Iya, sekarang Rizki sedang diperiksa di UGD’’ jawab ibunya Rizki
Setelah menutup telepon, Fira langsung berlari keluar rumah. Lalu ia naik taksi yang ada di depan rumahnya. Ia langsung menuju ke Rumah Sakit tempat Rizki dirawat. Lima belas menit kemudian, Fira tiba di Rumah Sakit dan menanyakan pada suster dimana kamar pasien yang bernama Rizki. Setelah tau kamar Rizki, ia lalu mencari kamar tersebut. Sewaktu ia lewat didepan ruangan Dokter, ia melihat ibunya Rizki sedang berbicara dengan dokter. Ia pun tidak sengaja mendengar pembicaraan ibunya Rizki dengan dokter. Dokter mengatakan kalau Rizki harus dirawat di Runah Sakit Singapore. Karena peralatan di Rumah Sakit tempat Rizki sekarang dirawat kurang lengkap, dan ini juga demi keselamatan dan kesembuhan Rizki.
Mendengar penjelasan dokter. Fira langsung duduk termenung. Ia seolah tak percaya akan kejadian ini. Fira melihat disebelahnya ada sebuah bunga, lalu ia mengambilnya. Dan ia melihat ada kartu ucapan yang tertempel di bunga itu, lalu ia membacanya. Setelah membacanya, ternyata bunga itu milik Rizki yang akan ia berikan untuk Fira. Fira pun mebaca kartu itu sambil menangis, karena ia tidak mau kehilangan Rizki.
***
Sejak kecelakaan itu, Rizki belum juga sadar setelah lima hari berlalu. Dan akhirnya, demi kesembuhan anaknya, orang tua Rizki memutuskan untuk membawa Rizki berobat ke Singapore. Fira pun merasa sangat kehilangan karena mungkin ia tak akan bertemu dengan Rizki selama beberapa bulan. Tapi Fira yakin bahwa Rizki akan sembuh dan kembali padanya. Fira pun akan setia menunggu sampai Rizki sembuh. Ia juga tiada henti-hentinya berdoa supaya Rizki cepat sembuh.
**tamat**
gimana ? bagus ngga ?
muntah ga abis baca cerpen ini ? hhehe .
makasi yang uda mau baca :)